Tuntaskan Mata Kuliah Mahasiswa Peternakan Angkatan 21 UNU Blitar Kunjungi BBIB Singosari

Kunjungan Mahasiswa Peternakan Angkatan 2021 ke BBIB Singosari
Kunjungan Mahasiswa Peternakan Angkatan 2021 ke BBIB Singosari

BLITAR – Mahasiswa Program Studi Peternakan angkatan 2021 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melaksanakan kunjungan edukasi ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang pada Rabu (19/6/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran lapangan untuk memberikan pemahaman praktis tentang teknologi reproduksi ternak di Indonesia.

Rombongan yang terdiri dari sekitar 40 mahasiswa didampingi oleh lima dosen pembimbing tiba di BBIB Singosari. Kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa tentang penerapan teknologi inseminasi buatan dalam skala nasional serta peran strategis BBIB dalam pengembangan peternakan Indonesia.

BBIB Singosari merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang berperan penting dalam penyediaan semen beku berkualitas untuk mendukung program peningkatan populasi dan produktivitas ternak nasional. Fasilitas ini menjadi rujukan dalam penerapan teknologi reproduksi ternak yang modern dan terintegrasi.

Kegiatan kunjungan dimulai dengan pemaparan profil dan sejarah BBIB Singosari di ruang auditorium. Mahasiswa mendapat informasi terkini tentang perkembangan teknologi inseminasi buatan di Indonesia, pencapaian BBIB dalam produksi semen beku, serta kontribusinya terhadap peningkatan genetik ternak nasional.

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa melakukan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas BBIB Singosari. Kunjungan pertama dilakukan ke kandang pejantan unggul yang menampung berbagai breed sapi potong dan sapi perah berkualitas tinggi. Mahasiswa dapat mengamati langsung karakteristik fisik dan manajemen pemeliharaan pejantan yang digunakan sebagai sumber semen.

Tahap selanjutnya adalah kunjungan ke laboratorium penampungan dan pengolahan semen. Mahasiswa menyaksikan proses koleksi semen menggunakan vagina buatan, evaluasi kualitas semen segar, serta proses pengenceran dan pembekuan semen. Teknologi canggih yang digunakan dalam setiap tahap proses produksi memberikan gambaran nyata tentang standar kualitas internasional yang diterapkan.

Fasilitas penyimpanan semen beku dalam nitrogen cair juga menjadi bagian dari kunjungan lapangan. Mahasiswa mempelajari sistem penyimpanan jangka panjang yang mempertahankan viabilitas spermatozoa untuk periode yang ekstensif. Sistem manajemen stok dan distribusi semen beku ke seluruh Indonesia juga dijelaskan secara detail.

Laboratorium quality control menjadi destinasi penting dalam kunjungan ini. Mahasiswa mengamati prosedur pengujian kualitas semen beku sebelum didistribusikan, termasuk uji motilitas, konsentrasi, dan morfologi spermatozoa. Standar kualitas yang ketat diterapkan untuk memastikan efektivitas program inseminasi buatan di lapangan.

Aspek manajemen dan biosekuriti di BBIB Singosari menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa. Sistem keamanan biologis yang ketat, protokol sanitasi, serta manajemen kesehatan hewan menunjukkan pentingnya aspek preventif dalam operasional fasilitas reproduksi ternak skala besar.

Program kemitraan BBIB dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga penelitian, dan organisasi peternak juga dipaparkan kepada mahasiswa. Hal ini memberikan gambaran tentang jejaring kerja sama yang luas dalam mendukung pengembangan teknologi reproduksi ternak di Indonesia.

Sesi diskusi interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait aspek teknis, manajemen, dan prospek karir di bidang reproduksi ternak. Antusiasme mahasiswa terlihat dari beragamnya pertanyaan yang diajukan, mulai dari aspek biologis hingga ekonomi bisnis reproduksi ternak. Kunjungan ke BBIB Singosari ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami aplikasi nyata dari teori yang dipelajari di perkuliahan. Exposure terhadap teknologi mutakhir dan sistem manajemen profesional di BBIB diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan industri peternakan Indonesia di masa depan.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar