BLITAR – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melaksanakan praktikum mata kuliah Ilmu Reproduksi Ternak di Laboratorium Praktikum kampus 2 Srengat. Kegiatan praktikum yang dilakukan pada Rabu 24 Desember 2024 ini fokus pada simulasi teknik inseminasi buatan (IB) pada sapi.
Praktikum yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2022 ini bertujuan memberikan pemahaman praktis tentang teknologi reproduksi ternak yang sangat penting dalam industri peternakan modern. Inseminasi buatan merupakan salah satu teknologi reproduksi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas genetik ternak sapi.
Drh. Binti Khopsoh, dosen pengampu mata kuliah Ilmu Reroduksi Ternak, menjelaskan bahwa praktikum ini merupakan bagian yang penting untuk menunjang dari pembelajaran teoretis yang telah diberikan di kelas. “Praktikum inseminasi buatan sangat penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang teknik reproduksi ternak yang akan mereka hadapi di lapangan nanti,” ujar Drh. Binti Khopsoh.
Dalam praktikum ini, mahasiswa mempelajari berbagai aspek teknis inseminasi buatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, teknik penanganan semen beku, hingga prosedur inseminasi yang tepat. Mahasiswa juga dilatih untuk mengidentifikasi tanda-tanda birahi pada ternak dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan inseminasi.
“Pada praktikum kali ini Kami menggunakan organ Reproduksi sapi betina langsung yang pesankan tadi pagi di RPH untuk simulasi praktikum. Hal ini memungkinkan mahasiswa berlatih secara real tentang organ reproduksi sebelum praktik langsung di lapangan,” tambah dosen yang juga merupakan praktisi peternakan ini.
Bayhaqi, mahasiswa Peternakan angkatan 2022, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti praktikum ini. “Praktikum inseminasi buatan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran nyata tentang teknologi reproduksi ternak. Sebelumnya kami hanya memahami secara teori, sekarang bisa praktik langsung,” ujarnya.
Praktikum berlangsung cukup lama dengan praktikum di bagi menjadi beberapa sesi kegiatan seperti pengenalan organ secara langsung. Setiap mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan teknik inseminasi buatan secara bergantian. Dosen memberikan bimbingan intensif untuk memastikan setiap mahasiswa memahami prosedur dengan benar.
Selain aspek teknis, mahasiswa juga dibekali pengetahuan tentang manajemen reproduksi ternak, pencatatan data reproduksi, dan evaluasi keberhasilan program inseminasi buatan. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program reproduksi di peternakan.
Praktikum Ilmu Produksi Ruminansia ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan akademik yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi sarjana peternakan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja. Program Studi Peternakan UNU Blitar terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri peternakan masa kini







Tinggalkan komentar